Saat membuka account di Facebook, kita diberikan sebuah “rumah”, sebuah Facebook Personal Profile page. Pada Facebook personal profile itu lah kita berbagi identitas dengan sesama pengguna Facebook lain yang sudah lebih dulu ada. Dan intinya, kita mulai berbagi cerita, sharing informasi, mengekspresikan pendapat dan sejenisnya dengan berbagai cara mulai menuliskan status, menulis note, melampirkan link, upload foto atau meng-embed file multtimedia.
Facebook Personal Profile ini secara default disiapkan sebagai media pertemanan antar individu. Kita meng-add “A” karena ingin berteman secara pribadi, demikian pula dengan sebaliknya. Pada fitur ini kita sedang berusaha memindahkan pola pertemanan di dunia nyata ke dunia maya.
Berdasarkan hal tersebut di atas, lalu tidak semua orang setuju untuk menggunakan Facebook personal profile sebagai representasi business profile. Sebagian orang tidak menyukai jika dirinya ditawari pertemanan dengan produk ber-merk “B”. Dalam benaknya, jika dirinya berteman produk tersebut maka tak lama kemudian wall-nya akan dipenuhi status penawaran produk yang belum tentu ia butuhkan. Atau mungkin dirinya akan teringat pola-pola spam yang memenuhi inbox account emailnya.
Meskipun demikian, sepertinya masih masuk akal jika kita mengekspresikan beberapa informasi penting mengenai brand atau produk yang ingin ditawarkan kepada teman kita melalui Facebook personal profile.
Caranya, tetaplah pada Facebook personal profile yang dimiliki dan gunakanlah semua fitur yang ada mulai dari link, photos, video, status, wall dan seterusnya untuk menyampaikan informasi / penjelasan mengenai brand atau produk yang ditawarkan atau direkomendasikan. Hal itu adalah sesuatu yang biasa terjadi di dunia nyata dimana kita sering merekomendasikan produk tertentu kepada teman-teman.
Hal tersebut menunjukkan ke-otentik-kan hubungan antara kita dengan brand dan akan membangun kepercayaan dari teman-teman di Facebook. Hal tersebut alami terjadi di Facebook yang mengusung budaya transparan, so don’t hesitate. Lagi pula, jika kita tidak mendukung produk atau brand sendiri, tak akan ada alasan bagi orang lain untuk melakukannya untuk kita.
Kita hanya perlu sedikit berhati-hati dengan frekuensi update mengenai produk / brand yang ditawarkan. Jika terlalu sering mungkin malah akan mengganggu. Selain itu, informasi yang di-share sebaiknya tidak melulu yang sifatnya iklan baris. Bisa juga informasi yang sifatnya membantu, memberikan solusi bagi orang lain melalui produk atau brand Anda.

Follow me on Social Media